Halo, Aku!
Halo, Aku!
Sejak
lama, aku selalu mempertanyakan bagaimana keadaanku ketika di masa depan. Bagaimana
kabarku? Apa aku menjalani hidup dengan baik? Apakah aku sudah menemukan jati
diri yang sesungguhnya? Apakah aku selalu bahagia? Apakah aku tidak lagi dipenuhi
kecemasan dalam hidup? Sebenarnya, pertanyaannya cukup simpel, namun aku tidak
pernah mendapatkannya sampai nanti aku bertemu di masa depan dan dapat mulai
menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Aku
hanyalah gadis berusia 19 tahun yang masih berjuang mati-matian untuk sekadar
bangkit dari kasur di pagi hari. Kebetulan memperoleh IPK yang cukup bagus
selama hampir dua tahun berkuliah di Surakarta. Padahal, dengan keadaanku saat
ini, rasanya ku ingin mempertanyakan semuanya. Terutama diagnosis dokter yang akhir-akhir
ini ku dapatkan.
Setahun
terakhir, aku hidup sendirian di kota asing yang belum pernah ku datangi.
Dengan pertanyaan yang selalu berada di kepalaku. Kenapa aku bisa kuliah
jauh-jauh kesini? Pada akhirnya, yang terjadi adalah aku tidak sanggup melakukannya
sendiri hingga menurut dokter, aku terkena gangguan cemas atau anxiety disorder. Segalanya masih
terlihat baik, namun pada tahun kedua perkuliahan, aku tidak sanggup lagi dan
pergi menemui dokter.
Dengan
begitulah, aku benar-benar mempertanyakan masa depan yang entah bisa ku jalani
dengan baik, atau sebaliknya. Semua hobi dan hal-hal yang kusuka kadang berubah
dan belum menemukan hobi yang tepat. Sementara itu, ketika masuk dunia
perkuliahan, cita-cita menjadi penulis dan penyunting buku tidak bertahan
selama itu. Segala sesuatunya menjadi abstrak dan membuatku mempertanyakan
bagaimana masa depanku nanti.
Padahal,
sebelum aku pergi menemui dokter, aku memiliki banyak impian. Lulus kuliah
dengan predikat cum laude, melanjutkan perkuliahan dengan beasiswa di luar
negeri, khususnya Jerman, menjadi penulis buku, dan hal-hal lain yang bahkan
tidak bisa kuingat lagi sekarang. Dulu aku pun ingin menjadi pemain basket,
lalu karena tinggi badan kurang memuaskan, maka aku berhenti. Lalu aku pernah
ingin menjadi penari saman atau pelukis. Namun sayangnya, kupikir aku tidak
memiliki kemampuan dalam segi seni. Hingga akhirnya, kini aku memiliki keinginan
melebihi impianku sebelumnya, yaitu sembuh!
Namun,
tak apa. Aku tidak ingin memikirkan semuanya. Surat ini aku tulis untuk masa
depan, yang masih kuharapkan segalanya berjalan dengan dengan baik. Aku tidak
ingin menulis masa lalu yang terlampau datar karena tidak ada pencapaian
berarti ketika surat ini kutulis. Aku harap, ketika aku sedang membaca surat
ini di masa depan, aku berada dalam hidup yang baik-baik saja dan sedang
tersenyum karena dapat bertahan hingga saat itu tiba. Dan mengingat perjuangan
dirimu ketika menjalani kehidupan, terutama ketika mengenal glints dengan segala isinya yang mampu
menjadi lebih baik lagi.
Pengobatan
penderita anxiety disorder memang
tidak mudah. Memakan waktu yang lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Tapi setidaknya, ku yakin jika kamu dapat menghentikan hal tersebut sehingga
kamu dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi, dan tidak habis termakan
gangguan di kepalaku.
Ah ya, tak
apa, tidak perlu segalanya kamu lakukan secara bersamaan. Bangkitlah perlahan.
Cerita dirimu dengan diri orang lain pasti berbeda. Jangan menyamakan apa yang
ada dalam hidupmu dan hidup orang lain. Perlahan. Jangan dipaksa. Aku tahun
kamu tidak suka hal yang bersifat terpaksa. Maka, santai dulu. Lakukan hal-hal
yang dapat merilekskan diri.
Jangan
memaksakan diri! Hidup memang tidak ada yang tahu, namun proses pada segala
sesuatu dalam hidup jangan diburu-buru. Dulu, aku tidak yakin dengan hobi atau
kesukaanku, tapi aku yakin, seiring berjalannya waktu, aku yakin kamu sudah
menemukan hobi yang akan kamu lakukan di masa senggang dan menjadi hiburan
untuk diri sendiri. Lakukanlah. Kamu sudah terlalu hebat untuk meraih apa yang
kamu capai saat itu, dan kamu butuh waktu untuk diri sendiri.
Kamu
perlu tahu, semua yang terjadi di masa lalu, dapat membuatmu menjadi orang yang
lebih baik lagi dan lagi. Maka dari itu, tolong tetap bertahan. Kita sudah
bertahan cukup lama dari angin topan yang seharusnya menghancurkan hidupku.
Jangan mudah menyerah. Kamu adalah orang yang paling kuat di hidupku. Kamu
adalah yang terbaik!
Komentar
Posting Komentar